Cerita Dalam Kaleng

Screenshot from 2014-05-25 14:28:30

Ketika anak-anak memotret lingkungan desanya dengan menggunakan kaleng bekas:

PAMERAN FOTO LUBANG JARUM “CERITA DALAM KALENG”
[ A PINHOLE PHOTO EXHIBITION “STORY ON THE CANS” ]

…Tanggal : 6 – 13 Agustus 2011
Tempat : ART CAFE
Jalan Sari Dewi No. 17 Seminyak – Bali

PEMBUKAAN : Sabtu, 6 Agustus 2011
Jam : 18.00 WITA – selesai

Hiburan :
* Performance art dari Sanggar Anak Tangguh (tari, etc)
* Live Music
– Emergency Exit
– Nosstress
– etc

Workshop Kamera Lubang Jarum :
13 Agustus 2011

CERITA DALAM KALENG
Proses kreatif itu bisa mempergunakan media apa saja. Dalam 2 bulan lebih ini, komunitas Semut ireng mengadakan workshop kamera lubang jarum (KLJ) secara rutin setiap minggu di Sanggar Anak Tangguh, di Desa Guwang, Gianyar. Dengan memanfaatkan kaleng bekas, anak-anak membuat kameranya sendiri. Lalu dengan kamera kaleng itu, mereka memotret lingkungan mereka sendiri, medokumentasikan apapun yang mereka anggap menarik.
“Cerita dalam Kaleng” sebuah istilah yang diilhami dari falsafah populer yaitu ‘pesan dalam botol’. Cerita dalam kaleng dimaknai sebagai sebuah pesan / cerita yang direpresentasikan oleh anak-anak tersebut melalui proses fotografi. Gambar yang dihasilkan dari kamera kaleng mereka, barangkali mewakili pola pandang mereka terhadap lingkungan di desa mereka. Pesan dari “Cerita dalam Kaleng” juga bisa diartikan sebagai upaya untuk Mengejawantahkan perilaku hormat kepada lingkungan “Ibu Pertiwi dan Bapa Akasa”, dengan mengejawantahkan pola hidup ; Reused Reduce Recycled.

SANGGAR ANAK TANGGUH
Yayasan Anak Tangguh, yang lebih akrab disapa Sanggar Anak Tangguh, memproklamirkan diri sebagai sanggar yang mengusung konsep pendidikan alternative, yaitu pendidikan yang berkonsep holistik dengan memakai kesenirupaan sebagai salah satu medianya. Pendidikan alternative yang dimaksud, dapat diamati dari proses pembangunan yang digagas oleh warga dengan bergotong-royong, sebagai respon atas kondisi pendidikan yang ada saat ini. Menggunakan alam dan lingkungan sebagai sarana pendidikan, seperti memanfaatkan sawah, sungai, dan pantai sebagai media pendidikan. Sawah (subak Kulidan), sungai, sepanjang aliran sungai Wos dan ekosistem-nya, serta lingkungan pantai sebagai sarana bermain dan belajar. Juga dalam pelaksanaan programnya diupayakan semaksimal mungkin melibatkan anak-anak dalam kepanitiaan sebagai sarana dan media dalam pembelajaran berorganisasi.
(info : http://www.anaktangguh.wordpress.​com)

KOMUNITAS SEMUT IRENG
Komunitas Semut ireng adalah komunitas non profit yang berorientasi pada bidang fotografi. Berdiri pada tgl 9 oktober 2009, Komunitas Semut ireng mencoba mewarnai dunia fotografi dengan aktif mengadakan hunting bareng, pameran foto dan workshop baik di Bali maupun di luar Bali. Di awal berdirinya, semut ireng membuat program fotografi lubang jarum. Yaitu memperkenalkan kembali nenek moyang kamera (pinhole), dengan menggelar workshop dan pameran foto lubang jarum. Sebagai komunitas pertama di Bali yang menggagas / mempopulerkan kamera lubang jarum, Semut ireng berupaya mendokumentasikan cagar budaya Bali yang bersifat documenter, tentunya dengan menggunakan kamera lubang jarum. Namun, semut ireng juga tidak tertutup dengan genre fotografi alternative lainnya, seperti foto eksperimentasl, lumen, scanografi, fotogram, documentary dan lain-lain.
Semut ireng aktif mengadakan workshop & pameran fotografi di Bali dan di luar Bali.
(info : http://www.semutirengbali.wordpre​ss.com)

Uploaded on 13 Aug 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s