Literasi Budaya menggunakan media lubang jarum

Mencermati kalimat “Literasi budaya menggunakan media lubang jarum” mengajak kita untuk “Rekreasi Otak” tentang sebuah makna. Secara sempit makna tersebut adalah artinya upaya pengetahuan atau keterampilan dalam bidang budaya meliputi gagasan, aktifitas dan artefak yang menggunakan media lubang jarum. Pemaknaan tersebut tidak hanya terhenti pada media lubang jarum sebagai teknik fotografi namun meluas hingga pergerakan virus lubang jarum.

adalah usaha mengumpulkan karya karya dengan tema budaya yang direkam melalui proses lubang jarum

adakah hubungan media lubang jarum dengan Jurnalistik Fotografi ? Lantas mengapa memilih Media Lubang jarum ? apa itu lubang jarum ? Bagaimanakah virus lubang jarum itu tersebar luas ? Bagaimana korelasinya dengan dunia pendidikan. Seperti apakah Literasi budaya tersebut ?

Diskusi Fotografi : Literasi Budaya Menggunakan Media Lubang Jarum

Diskusi Fotografi : Literasi Budaya Menggunakan Media Lubang Jarum

Sebuah Kilas Balik :

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi fotografi adalah “Seni dan penghasilan gambar dan cahaya pada film atau permukaan peka cahaya”. Sepertinya definisi tersebut tak akan berubah jika kita sendiri, para fotografer, yang mengusahakan merobahnya karena definisi diatas jelas jauh dari kenyataan. Kini teknologi yang dikuasai manusia termasuk fotografi sudah begitu pesat hingga sanggup mengubah mindset dan perilaku manusianya.

Cara kerja teknologi digital jelas berbeda dari cara kerja teknologi analog. Bahan peka cahaya yang berbasis kimia kini diganti karena sensor elektronik charge-coupled device (CCD) atau Complementary metal–oxide–semiconductor (CMOS) yang mengkonversi beragam gelombang cahaya menjadi arus listrik yang disimpan dalam potongan-potongan chip komputer terdiri dari jutaan titik sensor kecil diletakkan dalam baris dan kolom disebut pixel atau “elemen gambar.” Sebuah perhitungan matematis dari baris pixel dan kolom menentukan jumlah megapiksel kamera. Jadi semakin banyak “megapixel” kamera, lebih banyak titik cahaya disimpan, lebih besar pula resolusi gambar yang dikumpulkan. Kamera digital ini juga memiliki seperangkat filter yang mengoreksi keseimbangan putih, warna dan aliasing. Kumpulan citra tersebut awalnya disimpan dalam buffer memori dalam kamera kemudian ditransfer ke kartu memori untuk pengolahan selanjutnya di “kamar gelap” digital

Buku tentang lubang jarum di Indonesia

Memotret dengan Kamera Lubang Jarum

Memotret dengan Kamera Lubang Jarum

Memotret dengan Kamera Lubang Jarum karya Kolaborasi antara Ray Bachtiar dengan Jasmani dan Budi Rahardjo, terbitan Puspaswara Tahun 2001.

Bagaimana penyebaran virus lubang jarum di Indonesia

virus menyebar dengan cepat dengan pergerakan gerilya yang terbagi menjadi dua daerah. Daerah Barat dan Daerah Timur, Daerah Barat dilakukan oleh Ray Bachtiar Dradjat dan Daerah Timur oleh Edial Rusli

Kolaborasi dengan seniman lainnya

kolaborasi Gigir Manuk Multicultural Festival 2002

Kini saatnya menghargai sejarah sebagai langkah menuju masa datang. Atas pertimbangan itu pula jika tahun 2008 KLJI memberikan penghargaan kepada tokoh fotografi Indonesia Don Hasman, yang masih aktif memotret budaya, dan tokoh fotografi hitam putih yang membantu lahirnya KLJI, kang Dayat Ratman, dari Bandung. Dengan dasar itu pula saat ini KLJI membuat proyek seni dengan melibatkan berbagai genre fotografi se-Indonesia

Hubungan Media Lubang jarum dengan Dunia Pendidikan

Bahkan sejak 2003 menjadi pelajaran wajib di ISI Jogja dan universitas lainnya, hingga saat ini meluluskan 7 sarjana KLJ dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, juga berhasil mencetak 3 instruktur termuda, kelas 5, SD Dhuafa Anak Alam Sholeh, Bekasi.

Hubungan media lubang jarum dengan Jurnalistik Fotografi

Anugerah Tirto Adhi Soerjo diberikan kepada Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI) Bertempat di Domus Cultural Observatory, jl Veteran Satu no. 30 Jakarta Pusat. Anugerah itu dalam rangka memperingati Hari Jurnalistik Indonesia yang jatuh pada 7 Desember. Sekaligus memperingati wafatnya Bapak Jurnalistik Indonesia, Tirto Adhi Soerjo, yang menghabiskan hidupnya untuk perkembangan jurnalistik rakyat dan perjuangan melawan imperialisme.

Anugerah diberikan kepada Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI) untuk kategori communiNATION dengan dasar karena penyelenggara menilai KLJI sebagai komunitas yang berbasis jurnalistik fotografi melestarikan metode fotografi yang mengedepankan proses alkimia dari kerja rekam objek. Di tengah percepatan proses informasi sebagai hasil dari media, KLJI seolah mengingatkan kita atas arti penting sebuah proses.

KLJI memanifestasikan suatu diktum bahwa proses alam dan kenyataan harus diikuti oleh sebuah alkimia dengan menggunakan hukum jarum sebagai proses. Apalagi jika itu dilakukan secara kolektif dan sadar sehingga menjadi sebuah kesaksian jurnalistik di tengah deru percepatan yang dielukan. Lantas jurnalistik tak semata hasil, tapi bagaimana hal itu dicapai dengan sebuah proses alkimia.

Tirto Adhi Soerjo sendiri pernah menulis artikel berjudul “Ilmu Menggambar Sorot” pada awal abad 20. Ia menjelaskan proses alkimia fotografi dasar, anatomi medianya, dan objek gambar sebagai hasilnya. Tulisannya dimuat di Soenda Berita, No 3, Tahun I, 21 Februari 1903 dan dimuat ulang di Poetri Hindia, No 17, Tahun II, 1 Juli 1909, hlm. 232-233 dan 244-255.

Bagaimanakah membuat literasi Budaya menggunakan Media Lubang jarum

Jelajah Lubang jarum 2012 merupakan karya kolaborasi para pegiat Media lubang jarum

Jelajah Lubang Jarum 2012Jelajah Lubang Jarum 2012

Jelajah Lubang Jarum 2012

Kisah Samudera adalah sebuah pameran dalam Vision Image Festival 2013 yang mengkhusus pada eksplorasi mengenai sejarah kelautan Indonesia melalui proses pengarsipan situs-situs yang memiliki kaitan erat. Pameran yang menampilkan karya KLJI ini dikuratori oleh Ray Bachtiar Dradjat sebagai sumbangsih dunia fotografi Indonesia kepada proses pembangunan nilai-nilai yang dapat menjadi alternatif dalam metoda edukasi melalui pengarsipan.

Labirin Perak Kotagede

ini adalah sebagian dokumentasi kegiatan Labirin Perak

dibawah ini adalah suasana kegiatan diskusi foto, terima Kasih Kepada Kelas Pagi Yogyakarta, Qwords ,Rumah Kopi Temanggung dan Combine Resource Institution atas dukungan hadiah yang menyegarkan.

Dokumentasi selengkapnya hasil liputan dari Kelas Pagi Yogyakarta

Sumber : Kelas Pagi Yogyakarta Desain Grafis Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s